Analisis Geopolitik dalam Kerja Sama Energi antara Tiongkok dengan Angola

Penulis

  • Karolina Paula Sisilia Surung Penulis
  • Penny Kurnia Putri Penulis
  • Yedi Mulya Permana Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Kata Kunci:

Angola, BRI, Energi, Geopolitik, Tiongkok

Abstrak

Abstrak

Tiongkok tetap mempertahankan kemitraan energi dengan Angola meskipun sejak 2019 ekspor minyak Angola ke Tiongkok menurun hingga 20%. Kerja sama ini berbasis skema resources-for-infrastructure (RFI), yaitu suplai minyak Angola ditukar dengan pembiayaan proyek infrastruktur oleh Tiongkok. Keberlanjutan dan perluasan kerja sama ini semakin menguat sejak peluncuran Belt and Road Initiative  (BRI), dan Angola menjadi mitra utama Tiongkok di Afrika Selatan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perilaku Tiongkok dalam kerangka teori geopolitik dengan menitikberatkan pada motif geostrategis yang tercermin dalam kebijakan luar negerinya. Teori geopolitik dibangun atas tiga variabel utama: wilayah (territory), sumber daya alam (natural resources), dan proyeksi kekuatan (power projection). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa kerja sama RFI tetap dipertahankan meski terjadi ketimpangan keuntungan ekonomi karena Angola memiliki nilai strategis: lokasinya yang penting, potensi minyak yang signifikan, serta posisinya sebagai pijakan ekonomi dan diplomatik Tiongkok di Afrika Selatan. Tiongkok memanfaatkan RFI dan peran perusahaan milik negara untuk memperkuat proyeksi kekuatan ekonomi, diplomatik, dan simboliknya di kawasan tersebut. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kerja sama energi Tiongkok-Angola bukan sekadar hubungan ekonomi, melainkan bagian dari strategi geopolitik jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa BRI bukan hanya proyek infrastruktur global, tetapi juga alat geostrategis Tiongkok untuk memperluas pengaruh global secara sistematis dan berkelanjutan.

Abstract

Tiongkok has maintained its energy partnership with Angola despite a 20% decline in Angolan oil exports to Tiongkok since 2019. This cooperation is based on a resources-for-infrastructure (RFI) scheme, under which Angola supplies crude oil in exchange for Tiongkok-financed infrastructure projects. The continuation and expansion of this partnership have been reinforced by the launch of the Belt and Road Initiative  (BRI), with Angola serving as Tiongkok’s key partner in Southern Africa. This study aims to explain Tiongkok’s behavior through the lens of geopolitical theory, focusing on geostrategic motives reflected in its foreign policy. The geopolitical approach is supported by three core variables: territory, natural resources, and power projection. Using a qualitative method, the research finds that despite asymmetric economic benefits, Tiongkok persists with the RFI partnership due to Angola’s strategic value—its geographic location, oil potential, and role as a diplomatic and economic foothold in the region. Tiongkok leverages the RFI framework and state-owned enterprises to enhance its economic, diplomatic, and symbolic influence in Southern Africa. The study concludes that the Tiongkok–Angola energy partnership goes beyond economic interests and constitutes a long-term geopolitical strategy. These findings imply that the BRI is not merely a global infrastructure initiative but also a systematic geostrategic tool for Tiongkok to expand its global influence

Diterbitkan

2026-08-10

Cara Mengutip

Analisis Geopolitik dalam Kerja Sama Energi antara Tiongkok dengan Angola. (2026). Diskusi Ilmiah Komunitas Hubungan Internasional, 6(1). https://doi.org/10.24843/

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

11-14 dari 14

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.