Upaya Hedging Indonesia Melalui Penundaan Kontrak Pengadaan Jet Tempur Su-35 Rusia
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
Amerika Serikat, CAATSA, Indonesia, hedging, Rusia, Su-35Abstract
Ketidakpastian geopolitik mengharuskan negara untuk terus meningkatkan kapabilitasnya pada berbagai aspek, termasuk militer. Indonesia pun turut dalam upaya ini, salah satunya melalui rencana untuk mendatangkan jet tempur Su-35 dari Rusia. Akan tetapi, kontrak tersebut mengalami penundaan dan memunculkan pertanyaan mengenai strategi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal, khususnya dari Amerika Serikat melalui CAATSA. Penelitian ini bertujuan untuk menggali alasan dan pertimbangan Indonesia untuk menunda kontrak tersebut. Lebih lanjut, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori hedging, penelitian ini menelusuri strategi Indonesia dalam menavigasi kepentingan nasional di tengah persaingan pengaruh global. Dari penelitian ini didapati bahwa penundaan kontrak pengadaan jet tempur Su-35 dari Rusia merupakan langkah hedging yang mencerminkan fleksibilitas dan pragmatisme kebijakan luar negeri Indonesia. Tidak hanya berfokus pada kepentingan jangka pendek, melalui keputusan ini juga Indonesia membentuk fondasi jangka panjang menuju kemandirian industri pertahanan nasional.
Kata-kunci : Amerika Serikat, CAATSA, Indonesia, hedging, Rusia, Su-35.
Geopolitical uncertainty requires countries to continue to improve their capabilities in various aspects, including the military. Indonesia is also participating in this effort, one of which is through plans to purchase Su-35 fighter jets from Russia. However, the contract has been postponed, raising questions about Indonesia's foreign policy strategy in dealing with external pressure, particularly from the United States through CAATSA. This study aims to explore the reasons and considerations behind Indonesia's decision to postpone the contract. Furthermore, using a qualitative approach and hedging theory, this study examines Indonesia's strategy in navigating national interests amid global power competition. The study found that the postponement of the Su-35 fighter jet procurement contract from Russia is a hedging strategy that reflects the flexibility and pragmatism of Indonesia's foreign policy. Beyond focusing on short-term interests, this decision also lays the groundwork for long-term efforts toward achieving self-reliance in the national defense industry.

