Pengaruh Variasi Temperatur Operasi Terhadap SirkulasiPartikel Padat Pada Insinerator Circulating FluidizedMenggunakan CPFD Barracuda
Abstrak
Peningkatan limbah padat akibat pertumbuhan penduduk dan industri memerlukan solusi pengolahan yang efisien dan
berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah teknologi waste-to-energy berbasis RDF (Refuse Derived Fuel),
dengan reaktor pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB) sebagai pilihan karena efisiensi termal dan fleksibilitas bahan
bakarnya. Keunggulan CFB terletak pada sirkulasi partikel padat yang menjaga distribusi panas dan pembakaran optimal,
meskipun dipengaruhi temperatur operasi. Karena itu, memahami pengaruh suhu terhadap sirkulasi partikel penting untuk
efektivitas sistem. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi suhu terhadap sirkulasi partikel dalam reaktor CFB
menggunakan simulasi CPFD Barracuda. Simulasi memakai RDF 1,5 kg, pasir silika 5 kg, kecepatan udara 14 m/s, dan suhu
750°C–900°C. Parameter yang diamati meliputi waktu tinggal, fraksi volume, dan massa sirkulasi. Hasil menunjukkan suhu
memengaruhi intensitas sirkulasi: massa solid 59% pada 750°C dan 800°C, naik ke 60% di 850°C, dan stabil di 900°C. Waktu
tinggal partikel sekitar 10 detik, fraksi volume naik dari 0,589 ke 0,6 dan tetap. Ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu
untuk efisiensi sirkulasi dan pembakaran pada sistem CFB berbahan RDF.