Pengaruh Variasi Fraksi Volume Terhadap Kekuatan Tarik Pada Komposit Polyester Berpenguat Serat Daun Praksok (Cordyline Australis)
Abstrak
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan material komposit di bidang teknik semakin bertambah. Hal ini dikarenakan sifat dari material komposit memiliki keunggulan dibandinkan dengan material dari konvesional. Salah satu serat alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku komposit adalah serat praksok (Cordyline australis). Serat praksok memiliki nilai kekuatan yang baik serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti serat sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis bagaimana pengaruh varisi fraksi volume terhadap kekuatan tarik pada komposit menggunakan resin polyester dengan berpenguat serat daun praksok (Cordyline australis) yang didukung oleh perlakuan alkalisasi NaOH sebanyak 10% selama 2 jam yang dicetak menggunakan metode Hand Lay-Up. Menggunakan resin jenis polyester sebagai matriks yang akan menunjang serat praksok sebagai komposit. Arah serat yang digunakan adalah acak dengan potongan 1 cm, dengan variasi volume serat yang digunakan pada spesimen adalah 15%, 20%, dan 25%. Alat pengujian yang digunakan adalah Alat Uji Tarik Tensilon RTG-1250 dengan ASTM D638 sebagai standarnya. Hasil pengujian menunjukkan nilai tegangan tarik tertinggi terdapat pada variasi fraksi volume serat 20% dengan nilai tegangan tarik sebesar 22,340 MPa, dan mengalami penurunan tegangan tarik pada variasi fraksi volume serat 25%. Regangan tarik tertinggi juga didapatkan oleh variasi fraksi volume serat 20% dengan nilai 3,752 % dan mengalami penurunan nilai regangan pada variasi fraksi volume serat 25% dengan nilai regangan tarik 2,846 %. Sedangkan untuk nilai modulus elastisitas tertinggi didapat oleh variasi fraksi volume serat 15% dengan nilai modulus elastisitas 0,704 GPA, kemudian diikuti dengan fraksi volume serat 20% dengan nilai 0,615 GPA dan fraksi volume serat 25% dengan nilai 0,591 GPA. Nilai terendah dari setiap pengujian tegangan tarik, regangan tarik, dan modulus elastisitas didapatkan oleh variasi resin tanpa penguat. Hal ini menandakan bahwa penambahan serat praksok sebagai bahan penguat efektif untuk meningkatkan kekuatan material komposit. Diperkuat juga dengan hasil foto SEM yang menunjukan bahwa ikatan antarmuka pada spesimen komposit polyester berpenguat daun praksok (Cordyline australis) lebih bagus dibandingkan dengan tanpa penambahan serat daun praksok.