Pengaruh Variasi Konsentrasi Kalium Hidroksida (KOH) Terhadap Efektivitas Sistem Water Sscrubber Dalam Pemurnian Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S)

Penulis

  • I Made Diko Gunung Putra Universitas Udayana Penulis
  • I Nyoman Suprapta Winaya Universitas Udayana Penerjemah
  • I Putu Angga Yuda Pratama Universitas Udayana Penerjemah

Abstrak

Penelitian ini mengembangkan alat penangkap flue gas dengan menambahkan larutan Kalium Hidroksida (KOH) pada water
scrubber untuk meningkatkan efektivitas pemurnian gas buang dan menghilangkan bau dari proses pengeringan Municipal
Solid Waste (MSW). Proses pengeringan dilakukan pada suhu 110°C, menghasilkan gas pencemar seperti karbon monoksida
(CO), karbon dioksida (CO2), metana (CH4), serta gas berbau seperti amonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S). Flue gas
dialirkan ke water scrubber menggunakan blower, di mana pemurnian dilakukan dengan konsep turbulensi fluida. Penelitian
ini menguji efektivitas KOH dengan variasi konsentrasi 0,35 mol hingga 0,8 mol dalam 18 liter air selama 15 menit. Hasil
menunjukkan bahwa pada konsentrasi KOH 0,8 mol, terjadi penurunan signifikan kadar gas pencemar: NH3 dari 78,98 ppm
menjadi 2 ppm, H2S dari 88,93 ppm menjadi 0,9 ppm. Konsentrasi KOH 0,8 mol terbukti paling efektif, dengan tingkat
penangkapan flue gas dan fly ash mencapai 98,237%.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-26