Pengaruh Variasi Diameter Outlet Terhadap Tinggi Ruang Pengering Pada Kecepatan Aliran Fluida
Abstrak
Kinerja kolektor surya sangat dipengaruhi oleh parameter desain dan kondisi operasi, seperti jarak pelat absorber dari dasar
ruang pengering, perbandingan diameter pipa outlet dengan tinggi ruang pengering, dan suhu operasi pelat absorber. Dari
variasi ini akan dapat diketahui distribusi suhu, kecepatan aliran udara, dan efisiensi perpindahan panas di dalam sistem.
Berbagai diameter dan panjang pipa outlet mengubah tekanan dan kecepatan aliran udara, yang berdampak langsung pada
laju pengeringan. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana variasi parameter ini berinteraksi dan berkontribusi terhadap
kinerja kolektor surya secara keseluruhan, diperlukan kajian yang menyeluruh terhadap rasio outlet terhadap tinggi. Metode
Computational Fluid Dynamics (CFD) dipilih untuk menganalisis fenomena perpindahan panas dan aliran fluida yang terjadi
di dalam kolektor surya dalam penelitian ini. CFD telah terbukti efektif dalam mengevaluasi performa sistem termal secara
numerik, dan dapat memberikan gambaran detail distribusi suhu, tekanan, dan kecepatan aliran tanpa harus melakukan
eksperimen laboratorium yang membutuhkan banyak waktu dan biaya. Rasio outlet terhadap tinggi divariasikan dari 1/16:1,
1/8:1. ¼:1, 1/3:1 dan ½:1, sementara temperatur pelat absorber divariasikan dari 700C, 800C dan 900C. Dari simulasi,
ditemukan bahwa rasio diameter outlet ½:1 dengan temperatur pelat absorber 900C menghasilkan kecepatan paling optimum
sebesar 0.07 m/s dengan temperatur outlet 460C dan tekanan outlet sebesar 0.13 Pa.