Pengaruh Penambahan Timah Hitam (Pb) Pada Paduan High-TinBronze Terhadap Kekuatan Tarik
Abstrak
Perunggu bertimah tinggi (CuSn), khususnya yang mengandung lebih dari 17% timah putih (Sn), banyak digunakan pada
industri seperti pembuatan gamelan dan lonceng karena memiliki sifat akustik yang sangat baik. Namun, material ini
menghadapi kendala seperti harga pasar yang tinggi dan sifat getas, yang dapat menyebabkan retak saat proses penempaan
maupun setelah digunakan. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan timah hitam (Pb) terhadap kekuatan tarik dan
struktur makro paduan perunggu bertimah tinggi. Pb dipilih karena harganya yang lebih rendah dibandingkan Sn serta
kemampuannya mengurangi porositas dan meningkatkan sifat mekanik logam lain. Pb ditambahkan sebesar 5%, 10%, dan
15% untuk melihat pengaruhnya terhadap paduan. Uji tarik dilakukan, dilanjutkan dengan analisis patahan secara makro
menggunakan kamera digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Pb secara umum menurunkan sifat mekanik
CuSn. Paduan tanpa Pb (0% Pb) memiliki kekuatan luluh rata-rata sebesar 103,4 MPa dan kekuatan tarik maksimum (UTS)
sebesar 118,7 MPa, yang merupakan performa terbaik dan paling konsisten. Penambahan 5% Pb menurunkan kekuatan
menjadi 73,7 MPa (kekuatan luluh) dan 102,2 MPa (UTS). Pada penambahan 10% Pb, hasil pengujian sangat bervariasi,
kemungkinan akibat ketidakhomogenan. Paduan dengan 15% Pb menunjukkan sedikit pemulihan kekuatan, namun tetap lebih
rendah daripada material dasar. Seluruh spesimen menunjukkan perilaku getas, tanpa perpanjangan atau penyusutan
penampang, yang mengindikasikan tidak adanya deformasi plastis sebelum patah.