Pengaruh Variasi Kecepatan Asap Terhadap Efektivitas Water ScrubberDengan Larutan Kalium Hidroksida (KOH) Dalam Pemurnian NH3 danH2S
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat penangkap flue gas dengan menambahkan larutan kalium hidroksida (KOH) ke
dalam sistem water scrubber untuk meningkatkan efektivitas penghilangan gas pencemar dan bau dari proses pengeringan
municipal solid waste (MSW) pada suhu 110°C. Proses pengeringan MSW menghasilkan gas pencemar seperti CO, CO₂, CH₄
(tidak berbau), serta NH₃ dan H₂S (berbau). Flue gas dialirkan melalui smoke chamber menggunakan blower menuju water
scrubber yang memanfaatkan turbulensi fluida untuk menangkap fly ash, NH₃, dan H₂S. Scrubber menggunakan air sebanyak
18 liter dengan tambahan larutan KOH 0,8 Mol. Penelitian menguji variasi kecepatan aliran asap antara 15–30 m/s selama
15 menit untuk menentukan kecepatan optimal dalam pemurnian gas. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan aliran 25 m/s
memberikan hasil paling efektif, dengan penurunan konsentrasi NH₃ dari 24,06 ppm menjadi 1,3 ppm, dan H₂S dari 24,95 ppm
menjadi 9,1 ppm. Kecepatan ini menghasilkan efisiensi penangkapan sebesar 7,53%, menjadikannya variasi paling optimal
untuk proses pemurnian.