Pengaruh Fraksi Massa Serat Pada Green Composite Saripati Kentang/Serat Bambu Terhadap Ketahanan Api
Abstrak
Penelitian ini mengevaluasi dampak variasi fraksi massa serat bambu terhadap sifat ketahanan api dari green composite berbasis sari pati kentang. Green composite merupakan salah satu solusi material ramah lingkungan yang berpotensi menggantikan material sintetis, khususnya dalam sektor otomotif dan desain interior bangunan. Kombinasi bahan alami seperti serat bambu dan pati kentang menawarkan keuntungan berupa sifat mudah terurai (biodegradable) serta sumber daya yang mudah diperoleh di Indonesia.Penelitian ini menerapkan tiga variasi fraksi massa serat bambu, yaitu 5%, 7,5%, dan 10%, dengan metode pembuatan spesimen menggunakan teknik hand lay-up. Uji ketahanan api dilakukan berdasarkan standar ASTM D 635-03, dengan parameter pengujian yang meliputi laju pembakaran , jumlah kehilangan berat, serta laju kehilangan berat.Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi serat bambu secara signifikan menurunkan laju pembakaran dari 23,5 mm/menit (pada 5%) menjadi 10,3 mm/menit (pada 10%). Demikian pula, laju kehilangan massa menurun dari 1,28 gr/menit menjadi 0,62 gr/menit seiring peningkatan kandungan serat bambu.Penurunan tersebut disebabkan oleh keberadaan lignin dan silika dalam serat bambu, yang berfungsi sebagai pelindung termal saat terjadi pembakaran. Oleh karena itu, peningkatan kadar serat bambu dalam matriks pati kentang dapat meningkatkan ketahanan api dari material komposit. Temuan ini memperlihatkan bahwa komposit berbasis pati kentang dan serat bambu berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi material struktural yang ramah lingkungan dan memiliki performa ketahanan api yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan material komposit berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap material sintetis yang tidak ramah lingkungan.