Variasi Sapaan Masyarakat Pendalungan sebagai Identitas Lokal Kabupaten Jember
Abstract
Variasi sapaan masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember, terjadi secara alamiah saat berkomunikasi sehari-hari karena akulturasi budaya dan bahasa antara Jawa dan Madura di wilayah Pendalungan Kabupaten Jember. Adapun tujuan penelitian ini menjelaskan variasi bentuk dan faktor yang mempengaruhi sapaan masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yakni sapaan yang digunakan dalam interaksi masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember. Sumber data yang digunakan yakni interaksi masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak, rekam, dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk sapaan masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember diantaranya (1) Sapaan Keakraban terdiri dari mat, su, dan cuk; (2) Istilah Kekerabatan pa’e, eppa’, ma’e bu’e, ebo’, cak, dan lek; dan (3) Gelar Sosial terdiri dari keh, bu nyai, gus, dan ning. Adapun faktor yang mempengaruhi yakni dominasi masyarakat Jawa dan Madura yang tinggal dan menetap sehingga menimbulkan akulturasi budaya masyarakat Jawa dan Madura (Pendalungan) di Kabupaten Jember.
References
Aditiawan, R. T., & Kadamehang, G. (2023). Interpretasi Bahasa dan Budaya dalam Masyarakat. PT. Mafy Media Literasi Indonesia.
Aditiawan, R. T., & Prihadi, P. (2023). Implicature on Speech Code-Mixing in Podcast Dodit Mulyanto Aku Pengen Ngomong Sama Kamu Episode 15: Sociopragmatic Studies. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 10(9), 139–149. https://doi.org/10.18415/IJMMU.V10I9.5007
Amilia, F., Werdiningsih, I., & Aditiawan, R. T. (2022). The development of lemma and meaning in the language variety used by adolescents on social media. BAHASTRA, 42(1), 26–33. https://doi.org/10.26555/BS.V42I1.33
Arumi, S., Marmoah, S., Nurhasanah, F., & Wicaksana, M. F. (2023). Variasi Sistem Sapaan di Instagram. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 13(2), 664–672. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v13i2.539
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Rineka Cipta.
Gusdian, R. I. (2016). PENGGUNAAN KATA SAPAAN OLEH PEMBAWA ACARA APA KABAR INDONESIA (AKI) DI TV ONE. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 2(2), 212–215. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/view/4006/4367
Hasan, M., & Halidi, M. (2019). PENGGUNAAN KATA SAPAAN BAHASA GORONTALO. BAHASA DAN SASTRA, 4(4). http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/BDS/article/view/12198
Marganingsih, M., Dewi, M. S., & Rosidin, O. (2022). Variasi Kata Sapaan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas 12. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(2), 305–325. https://doi.org/10.31571/BAHASA.V11I2.4683
Sari, N., Ermanto, E., & Nst., M. I. (2013). Sistem Kata Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Melayu di Kepenghuluan Bangko Kiri Rokan Hilir Riau. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 513–520. https://doi.org/10.24036/1367-019883
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Duta Wacana University Press.
Yulistio, D. (2016). VARIASI (RAGAM) SAPAAN DALAM PEMAKAIAN BAHASA (Kajian Sosiolinguistik dalam Bahasa Melayu Bengkulu). Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran, 14(1), 79–90. https://doi.org/10.33369/JWACANA.V14I1.870
Zoebazary, M. I. (2017). Orang Pendalungan PenganyamKebudayaan di Tapal Kuda. Paguyupan Pandhalungan Jember.