Arsip

  • Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu 2024-2025
    Vol 2 No 1 (2025)

    Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor dan Magister Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Diadakannya seminar ini bertujuan sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan penggiat pelestari bahasa daerah untuk berbagi ide, gagasan, dan temuan melalui presentasi makalah seputar kondisi, perkembangan, tantangan, dan inovasi bahasa ibu. Prosiding SNBI ini merupakan gabungan dua jilid hasil penelitian yang sudah diseminasinasikan pada SNBI XVI tahun 2024 dan SNBI XVII tahun 2025. Edisi SNBI XVI berisi 55 makalah yang telah didiseminasikan pada 21 Februari 2024 dengan tema “Bahasa Ibu, Identitas, Modernitas: Revitalisasi Bahasa Ibu dalam Komunikasi Global”. Sementara edisi SNBI XVII berisi 49 makalah yang telah didiseminasikan pada 21 Februari 2025 dengan tema "Menelisik Daya Bahasa Ibu dalam Lanskap Linguistik Digital". 

    Bahasa ibu tetap menjadi inti keberagaman budaya dan identitas dalam era digital ini. Meskipun teknologi terus berkembang, pentingnya bahasa ibu tidak boleh diabaikan. Bahasa ibu adalah jembatan untuk melestarikan nilai-nilai tradisional dan menghubungkan generasi. Di dunia digital, kemampuan untuk menyampaikan pikiran dan emosi dengan tepat melalui bahasa ibu memainkan peran kunci dalam komunikasi yang efektif. Menjaga keberagaman bahasa juga mendukung inklusivitas, memungkinkan akses dan partisipasi global tanpa kehilangan akar budaya. Dengan memperhatikan dan melestarikan bahasa ibu, kita membangun fondasi kuat untuk masa depan yang terhubung secara global sambil tetap setia pada akar identitas umat manusia. Diharapkan Prosiding SNBI XVI dan XVII ini mampu memberikan pengetahuan bagi para peneliti dan masyarakat umum. 

  • Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu 2026
    Vol 3 No 1 (2026)

    Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) merupakan agenda ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor dan Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan para dosen, peneliti, mahasiswa, pemerhati bahasa, serta komunitas pelestari bahasa daerah untuk mendiskusikan berbagai persoalan dan dinamika bahasa ibu dalam konteks lokal, nasional, maupun global. Melalui presentasi dan diskusi makalah ilmiah, SNBI berupaya memfasilitasi pertukaran gagasan, hasil penelitian, serta praktik-praktik inovatif yang berkaitan dengan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa ibu di tengah arus perubahan zaman.

    Prosiding SNBI Tahun 2026 ini menghimpun makalah-makalah yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Bahasa Ibu XVIII tahun 2026 dengan tema “Bahasa Ibu sebagai Pilar Identitas Budaya: Tantangan dan Peluang di Era Modernisasi Digital”. Tema ini diangkat sebagai respons atas transformasi sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital yang masif, termasuk media sosial, kecerdasan buatan, dan platform komunikasi global yang kian memengaruhi praktik kebahasaan masyarakat. Dalam situasi tersebut, bahasa ibu menghadapi tantangan berupa pergeseran penggunaan, dominasi bahasa global, hingga berkurangnya transmisi antargenerasi. Namun, di sisi lain, era digital juga menghadirkan peluang strategis untuk revitalisasi bahasa melalui dokumentasi digital, konten kreatif berbasis bahasa daerah, serta penguatan literasi digital yang berakar pada identitas lokal.

    Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi pembentuk identitas budaya dan penanda keberagaman masyarakat. Di tengah modernisasi digital, bahasa ibu tetap memegang peranan penting dalam mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal, sistem pengetahuan tradisional, serta membentuk cara komunitas memaknai realitas sosial dan budayanya. Kehadirannya di ruang digital menjadi indikator vitalitas dan daya adaptif suatu bahasa. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan pengembangannya perlu dilakukan secara kolaboratif, baik melalui kebijakan, pendidikan, penelitian, maupun partisipasi aktif masyarakat.

    Melalui penerbitan Prosiding SNBI 2026 ini, diharapkan berbagai pemikiran dan temuan ilmiah yang disajikan dapat memperkaya wacana keilmuan dalam bidang linguistik, menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan, serta memberikan kontribusi nyata untuk pelestarian bahasa ibu di Indonesia. Selain itu, prosiding ini diharapkan mampu menginspirasi sinergi antara tradisi dan inovasi, sehingga bahasa ibu tetap kokoh sebagai pilar identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi digital.