Digitalisasi Himpunan Cerita Rakyat Banjar Sebagai Upaya Konservasi Folklor Kesungaian

Authors

  • Fahra Auliani Rahmah Universitas Brawijaya Author

Abstract

Kedekatan masyarakat Banjar dengan sungai melahirkan banyaknya cerita rakyat bernuansa kesungaian. Seperti legenda pasar terapung Bandarmasih, asal usul Kota Banjarmasin, asal mula Sungai Barito, dll. Keberadaan cerita rakyat saat ini sudah mulai asing di kalangan anak muda Banjar, sehingga berpotensi ditinggalkan dan berdampak pada kriris identitas masyarakat Banjar di masa mendatang. Perlu adanya digitalisasi untuk mempermudah penyebaran cerita rakyat, untuk tujuan konservasi folklor kesungaian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teori multimodal dan folklor hijau, dengan pengumpulan data melalui kajian pustaka. Langkah-langkah penelitian yang ditempuh yaitu (1) menghimpun folklor kesungaian, (2) transkripsi dan modifikasi, (3) melakukan digitalisasi, (4) melakukan distribusi dan sosialisasi melalui media sosial.

References

Fajri, T. A. Al. (2018). Pentingnya Penggunaan Pendekakatan Multimodal dalam Pembelajaran. WASKITA Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 2.

Nurmahanani, I. (2023). Analisis Literasi Multimodal Buku Cerita Anak Bergambar Sebagai Upaya Pemilihan Bahan Ajar Membaca PermulaanSiswa Sekolah Dasar. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4, 541–546. https://jurnaledukasia.org/index.php/edukasia/article/view/298/231

Rusdiah, Rasjid, N., Irianti, A., Adiheri, & Reski. (2023). Digitalisasi Cerita Rakyat Mandar. Jurnal Pengabdian MasyarakatUNIPOL (Abdimas Unipol), 1.

Downloads

Published

2025-05-17