Kebertahanan Kosakata Bahasa Sunda dalam Cerita Sasakala Gunung Geulis: Kajian Ekolinguistik
Abstract
Artikel ini berjudul ”Kebertahanan Kosakata Bahasa Sunda dalam Cerita Sasakala Gunung Geulis: Kajian Ekolinguistik”, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori ekologi sosial dari Park dan teori morfologi dari Soedjito. Artikel ini bertujuan untuk melestarikan cerita rakyat dalam sastra lisan tersebut kepada para pembaca supaya tidak punah, dengan cara menceritakan kembali ringkasan cerita asal mula Gunung Geulis yang sudah berubah fungsinya di era modern ini. Hasil artikel ini adalah terdapatnya kosakata dari cerita tersebut yang mencerminkan kebertahanan kosakata bahasa Sunda yaitu pada kosakata pabeasan, dengkek dan cipabeasan dan perubahan fungsi Gunung Geulis pada zaman dulu dan sekarang.
References
Danadibrata, R. A.(2006). Kamus Bahasa Sunda. Bandung
Eliasson, S. (2015). The birth of language ecology: Interdisciplinary influences in Einar Haugen's “The ecology of language”. Language Sciences, 50, 78-92.
Irawan, I. (2017). Ekologi Spiritual: Solusi Krisis Lingkungan. Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, 2(1), 1-21.
Rusyana, Yus. Raksanagara, Ami. (1978). Sastra Lisan Sunda ‘Cerita Karuhun, Kajajaden, dan Dedemit’. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Sudaryat, Yayat. Prawirasumantri, Abud. Yudibrata, Karna. (2009). Tata Bahasa Sunda Kiwari. Yrama Widya: Bandung.
Sudaryanto. (2015). Metode Dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.
Soedjito. Saryono, Djoko. (2014). Morfologi Bahasa Indonesia. Aditya Media Publishing: Malang.
Tim Pustaka Phoenix. (2009). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru, Jakarta:Media Phoenix.
Usman, Husaini. (1995). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta:Bumi Angkasa.