PROSES MORFOLOGIS BAHASA LAMAHOLOT DIALEK KIWANGONA, KECAMATAN KELUBAGOLIT, KABUPATEN FLORES TIMUR

Authors

  • Yosef Demon Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Flores Ende Nusa Tenggara Timur Author
  • Benediktus Luli Ola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Flores Ende Nusa Tenggara Timur Author

Keywords:

proses morfologis, kaidah, dialek Kiwangona, bahasa Lamaholot

Abstract

Telaah ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan fenomena proses morfologis Bahasa Lamaholot Dialek Kiwangona, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap dan dilengkapi dengan teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, cakap semuka, dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan merujuk pada teori morfologi dan fonologi serta penyajian analisis data dilakukan secara informal. Hasil analisis data membuktikan bahwa proses morfologis dalam Bahasa Lamaholot Dialek Kiwangona menggunakan strategi morfonologi yang mencakup pelesapan/penghilangan bunyi, pengekalan bunyi, penambahan/pemunculan bunyi, penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan perubahan bentuk lain.

References

Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta:Rineka Cipta

Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta:Rineka Cipta

Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer, Abdul. 2013. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Demon, Yosef. (2006). Tipologi Sintaksis Bahasa Lamaholot Dialek Lamalera. (Tesis) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Demon, Yosef. (2017). Struktur Klausa Bahasa Lamaholot Dialek Lamalera: Kajian Tipologi Sintaksis. (Disertasi) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Demon, Yosef. (2022). Morphophonemics in the Lamalera Dialect of Lamaholot. Randwick International of Education and Linguistics Science (RIELS) Journal Vol. 3, No. 1, March 2022 | Page 112-127 | http://www.randwickresearch.com/index.php/rielsj

Fajriyah, Wulandari Nur. 2014. “Proses Morfofonemik Prefiks Me-, Ber-, Ter-, Dan Di- Dengan Istilah Teknologi Informasi Dalam Tujuh Buku Teknologi Informasi”Skripsi.http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pbsi/article/download/8039/7660 di unduh hari minggu, tanggal 20 oktober 2019, pukul: 21: 00.

Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Grasindo

Kridalaksana, Harimurti. 2009. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. .

Kroon, Yoseph B. 2016. A Grammar OF Solor – Lamaholot; A Language of Flores, Eastern Indonesia. Sebuah Disesrtasi. Adelaide: University of Adelaide. Diunduh melalui laman http://scholar.google.co.id/, hari Sabtu, tanggal 19 Februari 2018, pukul 19:00

Liadi, Fremeir. Morfofonemik Datam Bahasa Indonesia Harati:Jurnal Sosial, Budaya, Ekonomi dan Politik. Volume 2 No. 03 |anuari - Juni 2011

Miles, Mathew B., dan A. Michael Huberman. 1994. An Expanded Sourcebook:Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muslich, Masnur. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukri. 2008. Morfologi Kajian Bentuk dan Makna. Mataram: Lembaga Cerdas Press.

Sumaryono, E. 2019. Dasar-Dasar Logika. Yogyakarta: PT Kanisius

Verhaar, J.W.M. 2012. Asas-Asas Linguistik Umum. Jakarta: Gadjah Mada University Press

Zarvina, Liyaumul. 2014. “Morfofonemik Bahasa Sasak Pengadang Lombok Tengah Sebagai Penunjang Materi Ajar Bahasa Indonesia Di SMA”. Skripsi. http://eprints.unram.ac.id/9349/1/JURNAL%20LIYAUMUL%20ZARVINA.pdf di unduh hari minggu tanggal 20 oktober 2019, pukul 18:10

Downloads

Published

2025-05-17