PROSES MORFOLOGIS BAHASA LAMAHOLOT DIALEK KIWANGONA, KECAMATAN KELUBAGOLIT, KABUPATEN FLORES TIMUR
Keywords:
proses morfologis, kaidah, dialek Kiwangona, bahasa LamaholotAbstract
Telaah ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan fenomena proses morfologis Bahasa Lamaholot Dialek Kiwangona, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap dan dilengkapi dengan teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, cakap semuka, dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan merujuk pada teori morfologi dan fonologi serta penyajian analisis data dilakukan secara informal. Hasil analisis data membuktikan bahwa proses morfologis dalam Bahasa Lamaholot Dialek Kiwangona menggunakan strategi morfonologi yang mencakup pelesapan/penghilangan bunyi, pengekalan bunyi, penambahan/pemunculan bunyi, penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan perubahan bentuk lain.
References
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta:Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta:Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2013. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Demon, Yosef. (2006). Tipologi Sintaksis Bahasa Lamaholot Dialek Lamalera. (Tesis) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
Demon, Yosef. (2017). Struktur Klausa Bahasa Lamaholot Dialek Lamalera: Kajian Tipologi Sintaksis. (Disertasi) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
Demon, Yosef. (2022). Morphophonemics in the Lamalera Dialect of Lamaholot. Randwick International of Education and Linguistics Science (RIELS) Journal Vol. 3, No. 1, March 2022 | Page 112-127 | http://www.randwickresearch.com/index.php/rielsj
Fajriyah, Wulandari Nur. 2014. “Proses Morfofonemik Prefiks Me-, Ber-, Ter-, Dan Di- Dengan Istilah Teknologi Informasi Dalam Tujuh Buku Teknologi Informasi”Skripsi.http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pbsi/article/download/8039/7660 di unduh hari minggu, tanggal 20 oktober 2019, pukul: 21: 00.
Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Grasindo
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. .
Kroon, Yoseph B. 2016. A Grammar OF Solor – Lamaholot; A Language of Flores, Eastern Indonesia. Sebuah Disesrtasi. Adelaide: University of Adelaide. Diunduh melalui laman http://scholar.google.co.id/, hari Sabtu, tanggal 19 Februari 2018, pukul 19:00
Liadi, Fremeir. Morfofonemik Datam Bahasa Indonesia Harati:Jurnal Sosial, Budaya, Ekonomi dan Politik. Volume 2 No. 03 |anuari - Juni 2011
Miles, Mathew B., dan A. Michael Huberman. 1994. An Expanded Sourcebook:Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukri. 2008. Morfologi Kajian Bentuk dan Makna. Mataram: Lembaga Cerdas Press.
Sumaryono, E. 2019. Dasar-Dasar Logika. Yogyakarta: PT Kanisius
Verhaar, J.W.M. 2012. Asas-Asas Linguistik Umum. Jakarta: Gadjah Mada University Press
Zarvina, Liyaumul. 2014. “Morfofonemik Bahasa Sasak Pengadang Lombok Tengah Sebagai Penunjang Materi Ajar Bahasa Indonesia Di SMA”. Skripsi. http://eprints.unram.ac.id/9349/1/JURNAL%20LIYAUMUL%20ZARVINA.pdf di unduh hari minggu tanggal 20 oktober 2019, pukul 18:10