KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA CERPEN TRESNA KAHALANGIN ARTA KARYA DÉSAK PUTU SINTIA DANITA PADA WEBSITE SUARA SAKING BALI

Authors

  • Ni Putu Putri Prasista Prodi Linguistik program Magister, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Author

Keywords:

Cerpen, Morfologi, Psikologi Sastra.

Abstract

Cerpen merupakan inti dari cerita yang akan dikembangkan menjadi beberapa rangkaian kejadian atau sebuah gambaran awal dari sebuah cerita. Cerpen sebagai sebuah karya sastra berbentuk prosa juga tak luput dari ruang lingkup pengarang untuk menyampaikan buah pemikirannya. Cerpen merupakan cerita atau narasi yang fiktif atau tidak benar-benar terjadi namun kemungkinan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja serta relatif pendek. Salah satu cerpen yang terkenal dan dimuat pada media suara saking Bali adalah cerpen Tresna Kahalangin Arta memuat tentang kisah percintaan yang terhalang oleh restu orang tua dan harta benda. Cerpen ini menarik untuk diteliti karena dari segi cerita nya yang tidak jauh berbeda dengan kasus-kasus di luar sana dan juga menarik dari segi morfologisnya karena terdapat proses morfologi yang menunjukkan aspek-aspek psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana proses morfologi yang terdapat pada cerpen Tresna Kahalangin Arta ini dan untuk menunjukkan suatu aspek-aspek psikologis di dalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif analitik dengan menguraikan data yang telah ditemukan kemudian dideskripsikan dan dianalisis dengan memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya.Hasil penelitian ini menghasilkan bentuk-bentuk lingual yang mengandung aspek-aspek psikologi, seperti berbentuk kata tak berafiks, kata berafiks, dan reduplikasi. cerpen Tresna Kahalangin Arta terdapat tiga aspek psikologi dan proses morfologi di dalam cerpen ini. Aspek Id terdapat pada tokoh Luh Ayu dan Gede Darma terdapat sufiks -ing. Aspek Ego terdapat pada tokoh Wayan yang sangat berikeras untuk mendapatkan Luh Ayu terdapat sufiks -né dan -n yang bermakna kepemilikan. Aspek Super Ego terdapat pada tokoh Wayan dan Bapa Luh Ayu yang sangat bertentangan dengan restu Bapa Luh Ayu terdapat prefiks ma- bermakna ber- .

References

Danita, Desak Putu Sintia. 2021. Tresna Kahalangin Arta. Diakses pada 29 November 2023. https://www.suarasakingbali.com/2022/03/tresna-kahalangin-arta.html

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Jakarta: Caps Publising.

Mariganti, Fitri dan dkk. 2021.Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Malik dan Elsa Karya Boy Candra. Pontianak: FKIP,Universitas Peradaban.

Minderop , Albertine. 2010. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teorida Contoh Kasus. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

_________________. 2013. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teorida Contoh Kasus. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Putra, I Nyoman Darma. 2012. Tonggak Baru Sastra Bali Modern, Denpasar: Pustaka Larasan.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ristiana, Keuis Rista. 2017. Konflik Batin Tokoh Utamadalan Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia. Jurnal Literasi Vol 1 Nomor 2. Bandung: IKIP Siliwangi.

Simpen, I Wayan. 2021. Morfologi: kajian Proses Pembentukan Kata. Jakarta Timur: Bumi Aksara

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Downloads

Published

2025-05-17