Analisis Kepentingan Rusia dalam Menentang Kelompok LGBT melalui Pengesahan Undang-Undang Anti-LGBT Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
Identitas Nasional, Kebijakan luar negeri, LGBT, Rusia, Undang undang anti-LBGTAbstract
Abstrak
Penelitian ini menganalisis kepentingan Rusia dalam menentang kelompok LGBT melalui pengesahan Undang-Undang Anti-LGBT tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengesahan UU Anti-LGBT 2022 tidak hanya berkaitan dengan isu moralitas publik, tetapi juga erat kaitannya dengan strategi politik identitas Rusia. Pemerintah Rusia menggunakan isu LGBT untuk menegaskan diri sebagai negara berlandaskan nilai konservatif, tradisi Ortodoks, dan norma keluarga tradisional yang berbeda dengan Barat. Selain itu, kebijakan ini berfungsi sebagai instrumen domestik untuk memperkuat legitimasi rezim, menekan oposisi, serta mengonsolidasikan dukungan dari masyarakat konservatif. Implikasi eksternalnya adalah semakin menguatnya citra Rusia sebagai penentang nilai liberal Barat, yang memperdalam jurang ketegangan dalam hubungan internasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengesahan UU Anti-LGBT di Rusia mencerminkan perpaduan antara politik domestik dan kebijakan luar negeri yang berbasis identitas. Isu LGBT tidak sekadar menjadi persoalan hak minoritas, melainkan instrumen politik yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan mempertegas posisi Rusia di kancah global.
Kata-kunci : Identitas Nasional, Kebijakan Luar Negeri, LGBT, Rusia, Undang-Undang Anti-LGBT
Abstract
This study analyzes Russia's interests in opposing LGBT groups through the passage of the 2022 Anti-LGBT Law. The results show that the passage of the 2022 Anti-LGBT Law is not only related to public morality issues but also closely linked to Russia's identity politics strategy. The Russian government uses the LGBT issue to assert itself as a country based on conservative values, Orthodox traditions, and traditional family norms that differ from the West. Furthermore, this policy serves as a domestic instrument to strengthen the regime's legitimacy, suppress the opposition, and consolidate support from conservative societies. The external implication is the strengthening of Russia's image as an opponent of Western liberal values, which deepens tensions in international relations. Therefore, it can be concluded that the passage of the Anti-LGBT Law in Russia reflects a fusion of domestic politics and identity-based foreign policy. The LGBT issue is not merely a matter of minority rights, but a political instrument used to maintain power and strengthen Russia's position on the global stage.
Keywords : Anti-LGBT Laws, Foreign Policy, LGBT, National Identity, Russia

