HUBUNGAN EFIKASI DIRI PENGASUHAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2024.v12.i06.p11Keywords:
anak sindrom down, efikasi diri pengasuhan, orang tua, stres pengasuhanAbstract
Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom down memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mengoptimalkan perawatan anak, namun kondisi ini juga membuat orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan akibat banyaknya tekanan dalam perawatan anak. Stres pengasuhan dapat berakibat negatif bagi psikologis orang tua dan berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Stress Scale (PSS) dan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI). Besar sampel adalah 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak sindrom down berusia 5-12 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson product moment dan didapatkan nilai p= 0,000 (α=<0,05) dengan skor koefisien korelasi r -0,609. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali yang dapat diartikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pengasuhan maka tingkat stres pengasuhan akan menurun, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua diharapkan dapat meminimalkan stres pengasuhan yang terjadi dengan meningkatkan efikasi diri pengasuhan dan mengikuti program-program yang memiliki support system pengasuhan yang baik.



