GAMBARAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DAN KELELAHAN PADA TOUR GUIDE DI NUSA PENIDA
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2025.v13.i06.p09Keywords:
kelelahan, musculoskeletal disorders, tour guideAbstract
Tour guide merupakan salah satu pekerja agen wisata yang memiliki risiko dalam mengalami kejadian keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan akibat tuntutan pekerjaan. Keterlibatan seluruh aktivitas tour guide bersama dengan wisatawan seringkali melibatkan aktivitas statis dan dinamis dalam waktu lama sehingga berpotensi meningkatkan penekanan pada otot serta tendon. Hal ini mampu berdampak pada sejumlah faktor keluhan yang bersifat sementara maupun tetap seperti keluhan MSDs dan kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dan kelelahan pada tour guide di Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 105 responden tour guide yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Subjective Self Rating Test (SSRT). Hasil analisis univariat dan crosstabulation didapatkan bahwa prevalensi keluhan MSDs tertinggi pada mayoritas tour guide di Nusa Penida terdapat di area pinggang (46,7%), punggung (28,6%), betis kanan (25,7%) dan paha kanan (22,9%). Sedangkan pada kelelahan, tour guide di Nusa Penida menunjukkan sebagian besar responden memiliki kelelahan tertinggi pada kategori pelemahan kegiatan yaitu seringkali mengantuk (44,8%) dan menguap (41,9%). Tour guide di Nusa Penida sering mengalami keluhan tingkat sedang terkait dengan keluhan MSDs dan kelelahan, dengan risiko MSDs sebesar 78,1% dan tingkat kelelahan sebesar 75,2%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik untuk mencegah keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta pengembangan literasi kesehatan yang dimiliki.



