Vol. 3 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu 2026
Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) merupakan agenda ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor dan Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan para dosen, peneliti, mahasiswa, pemerhati bahasa, serta komunitas pelestari bahasa daerah untuk mendiskusikan berbagai persoalan dan dinamika bahasa ibu dalam konteks lokal, nasional, maupun global. Melalui presentasi dan diskusi makalah ilmiah, SNBI berupaya memfasilitasi pertukaran gagasan, hasil penelitian, serta praktik-praktik inovatif yang berkaitan dengan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa ibu di tengah arus perubahan zaman.
Prosiding SNBI Tahun 2026 ini menghimpun makalah-makalah yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Bahasa Ibu XVIII tahun 2026 dengan tema “Bahasa Ibu sebagai Pilar Identitas Budaya: Tantangan dan Peluang di Era Modernisasi Digital”. Tema ini diangkat sebagai respons atas transformasi sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital yang masif, termasuk media sosial, kecerdasan buatan, dan platform komunikasi global yang kian memengaruhi praktik kebahasaan masyarakat. Dalam situasi tersebut, bahasa ibu menghadapi tantangan berupa pergeseran penggunaan, dominasi bahasa global, hingga berkurangnya transmisi antargenerasi. Namun, di sisi lain, era digital juga menghadirkan peluang strategis untuk revitalisasi bahasa melalui dokumentasi digital, konten kreatif berbasis bahasa daerah, serta penguatan literasi digital yang berakar pada identitas lokal.
Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi pembentuk identitas budaya dan penanda keberagaman masyarakat. Di tengah modernisasi digital, bahasa ibu tetap memegang peranan penting dalam mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal, sistem pengetahuan tradisional, serta membentuk cara komunitas memaknai realitas sosial dan budayanya. Kehadirannya di ruang digital menjadi indikator vitalitas dan daya adaptif suatu bahasa. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan pengembangannya perlu dilakukan secara kolaboratif, baik melalui kebijakan, pendidikan, penelitian, maupun partisipasi aktif masyarakat.
Melalui penerbitan Prosiding SNBI 2026 ini, diharapkan berbagai pemikiran dan temuan ilmiah yang disajikan dapat memperkaya wacana keilmuan dalam bidang linguistik, menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan, serta memberikan kontribusi nyata untuk pelestarian bahasa ibu di Indonesia. Selain itu, prosiding ini diharapkan mampu menginspirasi sinergi antara tradisi dan inovasi, sehingga bahasa ibu tetap kokoh sebagai pilar identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi digital.