ETNO-PARENTING PADA MASYARAKAT JAWA: STUDI HERMENEUTIKA FILOSOFIS TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA JAWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Authors

  • Gede Agus Siswadi STAHN Jawa Dwipa Author

Abstract

Bahasa merupakan sarana pertama dan utama yang digunakan oleh keluarga dalam mentransmisikan nilai pada seorang anak. Karena bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi sekaligus bagaimana bahasa memiliki peran penting untuk menumbuhkan karakter dan moral pada generasi selanjutnya. Pada konteks ini bahasa Jawa memiliki struktur yang lengkap ketika digunakan dalam berkomunikasi. Hal ini dapat dilihat dari bahasa Jawa yang memiliki kategorisasinya tersendiri yang berbeda dengan bahasa yang lain. Seperti bahasa Jawa nilai unggah-ungguh, andap-asor atau dapat dikatakan tingkat tutur yakni ada bahasa Jawa ngoko, madya, dan krama. Selain itu pada bahasa Jawa juga terdapat berbagai ungkapan-ungkapan yang dapat digunakan sebagai etno-parenting atau mendidik karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermenutika yakni upaya untuk menafsirkan makna yang terdapat dalam ungkapan-ungkapan bahasa Jawa dalam pendidikan. Adapun hasil penelitian ini yakni 1) ungkapan bahasa Jawa dapat digunakan dalam pendidikan karakter religius seperti gusti mboten sare, manunggaling kaula gusti, sangkan paraning dumadi, nrimo ing pandum, 2) ungkapan bahasa Jawa dapat digunakan dalam pendidikan karakter peduli lingkungan seperti hamamayu hayuning bhawana, 3) ungkapan bahasa Jawa dalam etos kerja seperti rame ing gawe sepi ing pamrih, 4) ungkapan bahasa Jawa dalam pendidikan moral seperti wong jowo ojo ilang jawani, urip iku urup, ojo dumeh. Serta berbagai ungkapan-ungkapan lain yang menekankan dimensi pendidikan karakter pada anak dengan pendekatan etno-parenting seperti ketika selesai makan tidak boleh sendawa dengan keras di depan orang lain, tidak boleh makan di depan pintu, tidak boleh berkeluyuran saat sore hari, tidak boleh menatap mata orang tua, tidak boleh ‘ngecap’ saat makan, dan lain sebagainya.
Kata Kunci: Etno-Parenting, Masyarakat Jawa, Hermeneutika Filosofis, Bahasa Jawa, Pendidikan Karakter.

Author Biography

  • Gede Agus Siswadi, STAHN Jawa Dwipa

    Program Doktor Ilmu Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

    Dosen di STAHN Jawa Dwipa Klaten Jawa Tengah

References

Achmad, S. W. (2017). Filsafat Jawa: Menguak Filosofi, Ajaran dan Laku Hidup Leluhur Jawa. Araska.

Arifin, N. (2020). Pemikiran Pendidikan John Dewey. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Keluarga, 2(2), 204–219. https://doi.org/10.47476/as.v2i2.128

Endraswara, S. (2018). Falsafah Hidup Jawa. Cakrawala.

Hermawan, S. Y. A., Ubak, A. A., Sabila, A. N., Harits, I. B., Putra, F. A., & Wahyuni, F. (2024). Nilai-Nilai Etno-Parenting Pada Serat Sasana Sunu: Analisis Hermeneutik. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 8(1).

Josaphat, Y. A. P., Cahyaningrum, A. N., Ladifa, H., Syach, S. F. N., & Khana, S. W. C. (2022). Eksistensi Bahasa Jawa Bagi Masyarakat Jawa Di Era Westernisasi Bahasa. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(1). https://doi.org/10.22437/titian.v6i1.16046

Magnis-Suseno, F. (1993). Etika Jawa Sebuah Analisis Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Musyarofah, D. U., Cahyani, Y. N., Febriani, R. S., Rahmawati, J. N., & Aini, I. N. (2025). Implementasi Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil Dalam Menanamkan Nilai Kesopanan Di SD Negeri Purwoyoso 04 Semarang. Jurnal Genta Mulia, 14(2).

Muthma’innah, M. (2023). Urgensi Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management, 3(1). https://doi.org/10.61456/tjiec.v3i1.72

Nadhiroh, U., & Setyawan, B. W. (2021). Peranan Pembelajaran Bahasa Jawa dalam Melestarikan Budaya Jawa The Role of Javanese Language Learning in Preserving Javanese Culture. JISABDA Jurnal Ilmiah Sastra Dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 3(1).

Pertiwi, D. Y., Wijayanti, R., & Akbar, M. R. (2025). Strategi Penanaman Nilai Karakter Sopan Santun Melalui Pembiasaan Bahasa Jawa Krama. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1). https://doi.org/10.31326/jcpaud.v8i1.2275

Prihatini, I. T., Muntomimah, S., & Anggraini, H. (2025). Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Cinta Tanah Air Berbasis Kearifan Lokal Budaya Jawa. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1). https://doi.org/10.31326/jcpaud.v8i1.2271

Rohendi, E. (2016). Pendidikan Karakter di Sekolah. Eduhumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar Kampus, 3(1).

Siswadi, G. A. (2022a). Konsep Merdeka Belajar dalam Kurikulum Merdeka ditinjau dari Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Penguatan Karakter Pelajar Indonesia. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Siswadi, G. A. (2022b). Studi Komparasi Konsep Tuhan dalam Mistisisme Jawa dan Advaita Vedanta Adi Śańkarācārya. Sphatika: Jurnal Teologi, 13(1), 1-13.

Soeratman, D. (1985). Ki Hadjar Dewantara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukowati, A., & Subrata, H. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Jawa. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 8(2). https://doi.org/10.26740/jrpd.v8n2.p154-160

Suseno, F. M. (1999). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Gramedia.

Weber, M. (2005). The protestant ethic and the spirit of capitalism. In The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. https://doi.org/10.4324/9780203995808

Widyatamanta, S. (1996). Suara Ilahi dalam Budaya dan Agama Jawa. Pena: Yogyakarta

Downloads

Published

2026-05-17