PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM MEDIA DIGITAL: STUDI PADA PODCAST KITA DAN WAKTU KARYA HELOBAGAS
DOI:
https://doi.org/10.24843/PJIIB.2026.v26.i02.p04Keywords:
pragmatik, deiksis, podcast, komunikai digitalAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis dan kuantitas kemunculan deiksis dalam podcast Kita dan Waktu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif ditujang kuantifikasi. Data dikumpulkan dengan metode simak, transkripsi, dan catat, kemudian dianalisis dengan metode padan refensial. Hasil analisis data kemudian disajikan dengan metode campuran. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukannya penggunaan lima jenis deiksis, yaitu deiksis persona, tempat, waktu, sosial, dan wacana. Jenis-jenis deiksis itu ditemukan dengan referen eksofora yang berfungsi menghubungkan tuturan dengan konteks yang melingkupinya dan referen endofora yang berfungsi membangun kohesi dalam tuturan. Deiksis persona menjadi deiksis dengan kuantitas terbanyak yang mendominasi pada podcast ini. Hal itu menunjukkan bahwa podcast ini cenderung bersifat personal dan subjektif. Sementara itu, kuantitas deiksis tempat dan waktu cenderung lebih sedikit. Hal itu menunjukkan bahwa penanda temporal dan lokatif berfungsi sebagai pendukung konteks, bukan sebagai unsur utama dalam tuturan. Penggunaan deiksis sosial dalam bentuk honorific bertujuan untuk membangun nilai kesopanan antara penutur dan petutur. Sementara itu, deiksis wacana dengan pemarkah endofora yang ditemukan dalam podcast berfungsi sebagai elemen bahasa untuk menjaga kohesi dalam tuturan. Penggunaan deiksis dalam podcast ini memiliki peran penting dalam membangun makna, konteks, dan hubungan antarpartisipan dalam wacana.
References
Aminuddin, A. P. L. (2016). Deiksis dalam Novel Tembang Ilalang Karya Md. Aminudin. Jurnal Bastra, 3(3).
Ansiska, M., dkk. (2014). Penggunaan Deiksis Persona dan Tempat dalam Novel Supernova 1 Karya Dee Lestari. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Khatulistiwa, 3(3).
Azzahro, A. F., dkk. (2024). Analisis Deiksis dalam Film Mencuri Raden Saleh Karya Angga Dwimas Sasongko. Student Research Journal, 2(4).
Juliandiny, D. F., dkk. (2024). Penggunaan Deiksis dalam Novel Susah Sinyal Karya Ernest Prakasa dan Ika Natassa. Jurnal Educatio, 10(3).
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Landry, R., Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic Landscape and Ethnolinguistic Vitality: An Empirical Study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1).
Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge: Cambridge University Press.
Manurung, E., Yuhdi, A. (2022). Analisis Deiksis dalam Percakapan pada Channel YouTube Nihongo Mantappu Battle Ilmu Pengetahuan Umum. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 9(2).
Nifmaskossu, R. L., dkk. (2019). Analisis Deiksis dalam Percakapan pada Novel Hujan Karya Tere Liye. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 5(2).
Phillips, B. (2017). Student-produced Podcasts in Language Learning: Exploring student perceptions of podcast activities. IAFOR Journal of Education, 5(159).
Pratiwi, N. P. G. C., dkk (2025). Deixis used in “The Prince, The Princess of Wales and The Princess Royal at Windsor Castle” talk on podcast. Pustaka: Jurnal Ilmu Budaya, 25(2)
Qotrunnada, A., Aulia, A. I. (2023). Penggunaan Deiksis dalam Acara Lapor Pak! Episode Erick Thohir pada Kanal YouTube Trans TV. Journal of Language, Literature, and Arts, 3(4).
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.
