EKSPLORASI NILAI-NILAI PENTING CAGAR BUDAYA PADA PURI KABA-KABA, KECAMATAN KEDIRI, TABANAN

Authors

  • Ni Rai Putri Widiastuti Universitas Udayana Author
  • Ni Ketut Puji Astiti Laksmi Universitas Udayana Author
  • Zuraidah Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Keywords:

cultural heritage, Puri Kaba-Kaba, important values

Abstract

Cultural heritage is the most important part of the identity and history of a society, which reflects the journey of civilization and has benefits for future generations. In an effort to preserve it, one of the important steps in determining cultural heritage as Cultural Heritage is to identify the important values ​​contained therein. Based on this, this paper aims to reveal the important values ​​of the Puri Kaba-Kaba cultural heritage in Kediri District, Tabanan Regency, Bali. This research was conducted using a qualitative method and using CRM (Cultural Resource Management) Theory as the basis for analyzing important values. The determination of important values ​​in this study refers to the criteria in Law Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage and is enriched with the views of a number of experts in related fields. The results of the study show that Puri Kaba-Kaba has a variety of important values, including historical, scientific, cultural, religious, educational and socio-economic values. These values ​​show that Puri Kaba-Kaba has great potential to be utilized wisely and sustainably. For this reason, cooperation between parties is needed to ensure that the utilization of the site is right on target and its cultural values ​​remain sustainable

References

Achmad, A. D. 2018. Konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga pada Pola Ruang Luar Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan. Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya.

Adisukma, W., Yustana, P., Kusmadi., & Supriyanto, A. 2022. Makna Simbol Surya Majapahit. Junal Brikolase, 14(2), 1-20.

Buana, A. A. S. 1921. Babad Puri Gede Kaba-Kaba. Manuskrip tidak diterbitkan. Disimpan di Puri Kaba-Kaba, Tabanan.

Iqbal, H. (2002). Metodelogi penelitian dan aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Oka, I. M. D., Sudiarta, M., & Darmayanti, P. W. 2021. Warisan Cagar Budaya Sebagai Ikon Desa Wisata Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2), 163-169.

Pantiyasa. I. W. 2020. Evaluasi Pengelolaan Desa Wisata Kaba-Kaba Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 10(2), 109-129.

Purnawibawa, R. A. G. 2017. Valuasi Cagar Budaya, Perspektif Manajemen Sumber Daya Budaya. In Prosiding Seminar Heritage IPLBI 9pp. 111-116).

Prasetyo, H. Y. D., Sope, A., Palguna, I., Puja, G. N. A. K., Jayadi, I. Mulyati, M., & Damanik, E. L. 2021. Korakora: Menyusuri Cakrawala Warisan Budaya (edisi viii tahun 2021). Buletin Korakora Edisi Pelestarian Cagar Budaya, 8, 1-130.

Setiawan, I. 2020. Gianyar dalam Perspektif Arkeologi. Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 20 (2), 107-113.

Sirajuddin, S. 2017. Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan.

Suarta, I. M. 2022. Etnografi Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jawa Timur: Klik Media.

Suhardana, K. M. 2006. Babad Arya Kisah Perjalanan Para Arya. Surabaya: Paramita.

Sulistyanto, Bambang. 2009. Penerapan Cultural Resource Management Dalam Arkeologi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 27 (1), 17-33.

Supriyanto, S. 2022. Analisis Dampak Cagar Budaya Pulau Penyengat. Sigma Teknika, 5(1), 193-209.

Susetyo, S. 2016. Pengaruh Majapahit Pada Bangunan Puri Gede Kaba-kaba, Tabanan. Amerta, 34(2), 139-152.

Tanudirjo, Daid Aris. 2004. Penetapan Nilai Penting Dalam Pengelolaan Benda Cagar Budaya. Makalah yang disampaikan dalam Rapat Penyusunan Standarisasi Kriteria (Pembobotan) Bangunan Benda Cagar Budaya di Rumah Joglo Rempoa, Ciputat, Jakarta.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Warmadewa, A. A. G. B. 2015. Laporan Evaluasi Pemugaran Kori Agung Merajan Agung Puri Kaleran Kaba-Kaba, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. BPK Wilayah Kerja Provinsi Bali-NTB dan NTT.

Widhiarini, N. M. A. N., Oktavian, P. E., & Permanita, N. P. F. D. 2019. Arsitektur Tradisional Bali Pada Bangunan Puri sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Pustaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 46-52.

Zuraidah. 2018. Pengelolaan Cagar Budaya untuk Kepentingan Publik di Kabupaten Gianyar, Bali. Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 18 (1). 66-71

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

EKSPLORASI NILAI-NILAI PENTING CAGAR BUDAYA PADA PURI KABA-KABA, KECAMATAN KEDIRI, TABANAN. (2026). Jurnal Pustaka, 26(1). https://doi.org/10.24843/