Pengembangan Sistem Berbasis Ontologi dan Mesin Rekomendasi untuk Dokumentasi Peninggalan Kolonial Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
Pelestarian Cagar Budaya, Ontologi, Peninggalan Kolonial, Bali, OWLAbstract
Peninggalan sejarah masa kolonial di Bali rentan terhadap kerusakan fisik dan terhambat proses penetapan status cagar budaya yang panjang, sementara dokumentasi konvensional belum menjamin aksesibilitas publik maupun keterkaitan semantik antarobjek. Penelitian ini mengembangkan Bali Archief, sistem manajemen pengetahuan berbasis ontologi yang berkontribusi pada pelestarian peninggalan kolonial di Bali melalui dokumentasi terstruktur dan akses publik yang tidak bergantung pada penetapan hukum formal. Ontologi dibangun menggunakan Protégé dengan kerangka kerja Methontology, mencakup 29 kelas, 13 object property, 12 data property, dan 96 individu peninggalan dari periode Kolonial Belanda dan Pendudukan Jepang. Sistem dikembangkan menggunakan Flask dengan mesin rekomendasi yang menggabungkan Wu-Palmer Similarity dan Jaccard Similarity berbobot pada enam dimensi properti ontologi. Evaluasi ontologi berbasis kueri SPARQL terhadap 20 Competency Questions menghasilkan pass rate 95 persen. Evaluasi mesin rekomendasi menggunakan Normalized Discounted Cumulative Gain (NDCG@5) terhadap 95 query menghasilkan Mean NDCG@5 sebesar 0,9411. Evaluasi penerimaan pengguna melalui Technology Acceptance Model (TAM) menghasilkan Perceived Usefulness 5,76 dan Perceived Ease of Use 6,14. Hasil ini membuktikan ontologi merepresentasikan pengetahuan domain secara semantik dan diterima baik oleh pengguna sebagai instrumen dokumentasi pelestarian.