PENGARUH KOMUNIKASI TERAUPETIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA SINGLE PARENT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GERUNGGANG KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025

Authors

  • Aulia Safitri Institut Citra Internasional Author
  • Ardiansyah Ardiansyah Institut Citra Internasional Author
  • Yuliani Yuliani Institut Citra Internasional Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Keywords:

Kecemasan, Komunikasi Teraupetik, Lansia

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikososial. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah melalui komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik merupakan proses komunikasi yang terencana, bertujuan, dan berfokus pada kesembuahan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pada lansia single parent. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test, peneliti terlebih dahulu mengukur tingkat kecemasan pada lansia (pretest), kemudian memberikan intervensi berupa komunikasi terapeutik, dan selanjutnya dilakukan pengukuran kembali tingkat kecemasan (posttest) dengan menggunakan alat ukur Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Penelitian ini menggunakan 30 sampel yaitu lansia single parents. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data pre-test (p=0,013) dan post-test (p=0,023) tidak berdistribusi normal. Analisis selanjutnya menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil analisis data menggunakan Anova menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik berpengaruh secara signifikan (p < 0,05). Uji lanjut Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada skor kecemasan antara pengukuran sebelum dan sesudah intervensi komunikasi terapeutik dengan durasi 15 menit, 30 menit, dan 45 menit, di mana durasi intervensi yang lebih lama memberikan penurunan tingkat kecemasan yang lebih besar dilakukan 3 kali setiap 5 hari sekali. Oleh karena itu, disarankan agar komunikasi teraupetik dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan pada lansia.

Downloads

Published

2026-09-15