GAMBARAN TINGKAT KELELAHAN DAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEGAWAI KANTOR PENGADILAN AGAMA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i03.p12Kata Kunci:
kelelahan, musculosceletal disorder, nordic body map, subjective self rating testAbstrak
Kelelahan dan gangguan muskuloskeletal pada pegawai kantor erat kaitannya dengan penggunaan komputer sebagai sarana pelayanan. Studi pendahuluan menemukan bahwa sebagian pegawai mengalami gejala tersebut. Kelelahan merupakan kondisi menurunnya ketahanan tubuh yang ditandai rasa letih, berkurangnya energi, dan berkurangnya kemampuan kerja. Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan yan terjadi pada otot rangka yang dipicu beban statis berulang dalam jangka waktu lama, sehingga menimbulkan rasa sakit pada sendi, otot, maupun tendon. Faktor pemicu MSDs meliputi postur kerja tidak ergonomis, beban kerja tinggi, durasi kerja panjang, usia, jenis kelamin, serta aktivitas berulang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kelelahan dan keluhan MSDs pada pegawai kantor. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling sebanyak 39 responden. Instrumen penelitian berupa Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk variabel kelelahan dan Nordic Body Map (NBM) untuk variabel MSDs. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kelelahan 57,64 dengan mayoritas responden berada pada kategori sedang (59%). Rata-rata skor MSDs sebesar 48,67 dengan (10,3%) responden mengalami keluhan tinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pegawai di Pengadilan Agama Denpasar mengalami kelelahan dan keluhan MSDs yang dapat berdampak pada produktivitas kerja.



