PERAN MANAJEMEN KESIAPSIAGAAN KELUARGA DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDENSI DERMATITIS KONTAK PASCA BANJIR
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
Banjir, Dermatitis Kontak, Manajemen Kesiapsiagaan Keluarga, Peran Ibu, Sanitasi LingkunganAbstrak
Banjir dengan karakteristik double impact di wilayah kerja Puskesmas Kenangan memicu genangan limbah (black water) dan tingginya angka dermatitis kontak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kesiapsiagaan keluarga dan sanitasi lingkungan terhadap insidensi dermatitis kontak pasca banjir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 60 responden dari kepala keluarga/ibu rumah tangga terdampak banjir dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner modifikasi Family Nursing Friedman dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas keluarga memiliki manajemen kesiapsiagaan yang kurang baik (63,3%) dan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat (70,0%). Insidensi dermatitis kontak pasca banjir mencapai 65%. Hasil uji statistik membuktikan terdapat peran yang signifikan dari manajemen kesiapsiagaan keluarga (p = 0,001) dan sanitasi lingkungan (p < 0,001) terhadap tingginya insidensi dermatitis kontak. Uji koefisien kontingensi menunjukkan tingkat kekuatan hubungan berada pada kategori sedang menuju kuat, masing-masing bernilai 0,482 untuk variabel manajemen kesiapsiagaan keluarga dan 0,514 untuk sanitasi lingkungan. Makna peran ibu pada penelitian ini merepresentasikan fungsi krusial domestik dalam dimensi pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling) guna memitigasi risiko paparan genangan banjir melalui disiplin perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebagai tindak lanjut, sangat diperlukan pengembangan program edukasi keperawatan komunitas yang berbasis Family Management Empowerment untuk memitigasi dampak kesehatan akibat bencana.




