HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT NYAMUK BAKAR DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK DI PUSKESMAS PETALING TAHUN 2025

Penulis

  • Melda Eryani Institut Citra Internasional Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Kata Kunci:

ispa, obat nyamuk bakar, status gizi

Abstrak

Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) merupakan penyakit terbanyak pada anak di Puskesmas Petaling. Anak rentan mengalami ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal, yang dapat meningkatkan risiko ISPA akibat paparan asap obat nyamuk bakar dan status gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan obat nyamuk bakar dan status gizi dengan kejadian ISPA pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Petaling Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 91 orang tua yang memiliki anak, diambil dengan teknik sampling (purposive sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur karakteristik, penggunaan obat nyamuk bakar dan status gizi, lalu dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan p-value untuk Penggunaan Obat Nyamuk Bakar = 0,000, Status Gizi = 0,017. p-value semuanya di bawah 0,05, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Kesimpulannya, penggunaan obat nyamuk bakar dan status gizi tersebut berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Petaling Tahun 2025, sehingga perlu upaya pengendalian paparan asap dalam rumah serta pemantauan status gizi sebagai langkah pencegahan ISPA.

Diterbitkan

2026-07-15

Terbitan

Bagian

Articles