GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI BANJAR BUALU KABUPATEN BADUNG
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i02.p12Keywords:
faktor risiko, hipertensi, Banjar BualuAbstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan utama di dunia maupun Indonesia. Hipertensi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, suku, merokok, aktivitas fisik/olahraga, konsumsi natrium, dan konsumsi lemak. Dampak dari hipertensi tersebut terhadap masyarakat yaitu peningkatan komplikasi penyakit, tingginya angka kematian dini, peningkatan ketergantungan layanan kesehatan, dan penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian hipertensi di Banjar Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Badung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 91 orang yang diperoleh dari teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan hipertensi tahap I dan II yang terjadi pada penduduk Banjar Bualu sebanyak 20,9%, prehipertensi 50,5% dan responden dengan tekanan darah normal 28,6%. Mayoritas hipertensi terjadi pada responden yang memiliki riwayat keluarga hipertensi (78,7%) dan prehipertensi (23,5%), responden yang tidak aktif melakukan aktivitas fisik/olahraga mengalami hipertensi sebanyak 77,6% dan prehipertensi sebanyak 52,2%. Responden yang mengalami hipertensi dengan kategori mengonsumsi natrium tinggi mengalami hipertensi (30,4%) dan 69,6% mengalami prehipertensi. Responden yang mengonsumsi asupan lemak yang tinggi yang mengalami hipertensi 78,7% dan mengalami prehipertensi sebanyak 58,7%. Faktor risiko kejadian hipertensi di Banjar Bualu banyak terjadi pada responden yang memiliki riwayat hipertensi keluarga, kurangnya aktivitas fisik, asupan natrium dan lemak yang tinggi. Perlu dilakukan suatu upaya tindakan preventif dan promotif untuk mencegah hipertensi maupun perburukan komplikasi.



