IDENTIFIKASI SEDENTARY BEHAVIOUR DAN AKTIVITAS FISIK ANAK USIA SEKOLAH 10-12 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i02.p01Keywords:
aktivitas fisik, anak usia sekolah, sedentary behaviourAbstract
Anak sekolah usia 10-12 tahun berada pada tahap perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya kemandirian serta kebebasan dalam memilih aktivitas harian termasuk penggunaan teknologi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan sedentary behaviour dan menurunkan aktivitas fisik pada anak. Perilaku ini sering kali terbentuk selama masa anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa sehingga berkontribusi terhadap penyakit tidak menular (PTM), seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan gangguan kardiovaskuler. Risiko tersebut berkaitan erat dengan gaya hidup tidak aktif sehingga diperlukan identifikasi awal sebagai upaya pencegahan dan pengendalian melalui intervensi sedini mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sedentary behaviour dan aktivitas fisik pada anak sekolah usia 10-12 tahun di SDN 1 Renon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan longitudinal yang dilaksanakan pada tanggal 05-13 Februari 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V dan VI sebanyak 178 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnare (ASAQ) dan Physical Activity Questionnaire For Older Children (PAQ-C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak sekolah usia 10-12 memiliki tingkat sedentary behaviour yang tinggi yaitu sebanyak 89 responden (50%) dan memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah yaitu sebanyak 85 responden (47,8%). Orang tua dan sekolah disarankan untuk mengambil peran aktif dengan membatasi screen based activity untuk mengurangi sedentary behaviour, serta mendorong anak untuk meningkatkan aktivitas fisik.



