HUBUNGAN STATUS KERJA DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU BALITA TERHADAP KUNJUNGAN KE POSYANDU
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i02.p03Keywords:
balita, kunjungan posyandu, pengetahuan, status kerja ibu, tumbuh kembangAbstract
Kesibukan ibu bekerja berdampak pada rendahnya partisipasi balita ke posyandu. Hal ini mengakibatkan pemantauan tumbuh kembang balita tidak optimal, sehingga berpotensi pada permasalahan status gizi balita seperti stunting, gizi kurang, dan gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status kerja ibu dan pengetahuan ibu tentang posyandu balita terhadap kunjungan ke posyandu di Desa Landih Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini berupa simple random sampling dengan total 72 ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2025. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan tentang pelayanan kesehatan di posyandu yang telah dimodifikasi dan data kunjungan diperoleh dari buku KMS. Hasil penelitian menggunakan uji analisis non-parametrik Chi-Square didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status kerja ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000). Ibu yang tidak bekerja cenderung lebih rutin mengunjungi posyandu. Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000), dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik lebih sering melakukan kunjungan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan dapat mendorong ibu untuk meluangkan waktu menghadiri Posyandu balita secara rutin serta meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya Posyandu sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Selain itu, pemerintah desa diharapkan terus mendukung pelaksanaan Posyandu melalui upaya yang berkelanjutan. Perawat puskesmas bersama kader Posyandu juga diharapkan secara aktif memberikan motivasi dan meningkatkan kesadaran ibu balita agar rutin mengikuti kegiatan Posyandu. Peningkatan kesadaran tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi pada rapat bulanan desa, penyuluhan kesehatan, serta pemanfaatan media komunikasi antaribu di desa.



