INTEGRASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DALAM EVALUASI APLIKASI eMAMA SEBAGAI MEDIA EDUKASI RISIKO KEMATIAN MATERNAL PADA IBU HAMIL
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i03.p04Keywords:
eMAMA, edukasi kesehatan, ibu hamil, kematian maternal, TAMAbstract
Kematian maternal masih menjadi permasalahan kesehatan global yang signifikan, khususnya di negara berkembang. Rendahnya literasi kesehatan ibu hamil terkait faktor risiko menjadi salah satu penyebab utama. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan menjadi inovasi strategis dalam meningkatkan edukasi. Aplikasi eMAMA dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan ibu hamil, namun efektivitasnya perlu ditinjau dari sisi penerimaan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerimaan aplikasi eMAMA sebagai media edukasi risiko kematian maternal pada ibu hamil menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 21 ibu hamil yang menggunakan aplikasi eMAMA, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner berbasis konstruk TAM meliputi perceived ease of use dan perceived usefulness. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Sebanyak 81% responden menyatakan aplikasi mudah digunakan dengan nilai mean 44,95 (SD=5,172). Sebanyak 90,5% responden menyatakan aplikasi bermanfaat dengan median 48 (39-55). Temuan menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berkontribusi terhadap persepsi kebermanfaatan aplikasi dalam meningkatkan pemahaman risiko kematian maternal. Integrasi TAM efektif dalam mengevaluasi penerimaan aplikasi eMAMA. Aplikasi ini berpotensi menjadi media edukasi digital yang mendukung peningkatan literasi kesehatan ibu hamil.



