HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i02.p04Keywords:
anak sindrom down, kemandirian personal hygiene, pola asuh orang tuaAbstract
Keterbatasan fisik, keterbelakangan mental, dan rendahnya IQ pada anak Sindrom Down dapat menyebabkan keterbatasan dalam kemandirian personal hygiene. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa personal hygiene anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang sesuai sangat penting dalam membentuk kemandirian pada anak Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak Sindrom Down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan besar sampel 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak Sindrom Down usia prasekolah (3-6 tahun). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) dan kuesioner kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,085 (α = 0,05), yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak Sindrom Down di PIK POTADS Bali. Dalam pola asuh demokratis, sebanyak 53,8% anak memiliki tingkat kemandirian personal hygiene yang kurang mandiri, dan 46,2% memiliki tingkat kemandirian yang mandiri. Sedangkan 100% anak yang mendapat pola asuh otoriter maupun permisif memiliki tingkat kemandirian personal hygiene yang kurang mandiri. Peneliti menyarankan agar orang tua meningkatkan sikap positif dalam upaya menumbuhkan kemandirian personal hygiene pada anak Sindrom Down.



