EDUKASI TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL MENINGKATKAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2026.v14.i03.p09Keywords:
audiovisual , edukasi, ibu hamil, kepatuhan, Tablet Tambah Darah (TTD)Abstract
Anemia pada wanita dalam masa kehamilan masih merupakan permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui konsumsi rutin tablet suplemen zat besi (TTD) sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Namun, tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi masih rendah. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif dalam memperkuat komitmen dalam mengikuti anjuran adalah melalui penyampaian informasi kesehatan kesehatan. Kajian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dampak penyampaian informasi kesehatan mengenai anemia menggunakan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar terhadap tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan one group pretest-posttest. Lokasi penelitian di Puskesmas IV Denpasar Selatan, melibatkan 33 wanita dalam masa kehamilan usia kehamilan 16–34 minggu yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah dimodifikasi. Temuan studi ini menunjukkan kenaikan komitmen dalam mengikuti anjuran setelah penyampaian informasi kesehatan, dari sebelumnya sebagian besar dengan komitmen dalam mengikuti anjuran rendah (45,5%) menjadi mayoritas dengan komitmen dalam mengikuti anjuran tinggi (63,36%). Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,000), yang menandakan bahwa penyampaian informasi kesehatan melalui perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar berdampak positif terhadap komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar dalam memberikan penyampaian informasi kesehatan agar komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi TTD meningkat.



