GAMBARAN SAFETY CULTURE DALAM KEJADIAN DAN PENANGANAN KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN FOOD AND BEVERAGE DI HOTEL X
DOI:
https://doi.org/10.24843/coping.2025.v13.i06.p11Kata Kunci:
departemen F&B, kecelakaan kerja, safety cultureAbstrak
Keperawatan pariwisata mengkaji berbagai aspek terkait dengan kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat setempat, dan penyedia layanan pariwisata, dengan sektor perhotelan sebagai layanan pariwisata terpopuler. Salah satu departemen yang krusial dalam industri perhotelan adalah Departemen Food and Beverage (F&B), yang bertanggung jawab menyediakan makanan dan minuman berkualitas. Akan tetapi, departemen ini juga menghadapi risiko tinggi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, penting untuk meningkatkan safety culture di sektor perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan safety culture dalam kejadian dan penanganan kecelakaan kerja pada Departemen F&B di Hotel X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner SCART yang telah dimodifikasi kepada 121 pegawai Departemen F&B dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan, mayoritas pegawai adalah laki-laki (56,2%) dengan usia 26-35 tahun (33,1%). Mayoritas pegawai memiliki latar pendidikan SMA/SMK (38,0%) dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (62,0%). Terdapat 14,0% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan kuliner/hospitality dan sebanyak 22,3% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan K3. Insiden paling sering terjadi akibat benda tajam yaitu sebesar 30,6%, dengan mayoritas kecelakaan dikategorikan sebagai ringan (51,2%). Evaluasi safety culture Departemen F&B mendapatkan skor 739,25 yang mendapatkan kategori B. Pelatihan K3 secara konsisten dan berkala perlu dilakukan sehingga penyedia layanan pariwisata dapat mengoptimalkan kualitasnya.



