PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETERNAK DALAM PEMBUATAN SILASE MELALUI METODE PELATIHAN INTENSIF DAN PARTISIPATIF
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
Silase, pelatihan partisipatif, Pengetahuan Peternak, sikap peternak, pengabdian masyarakatAbstrak
Ketersediaan pakan hijauan yang berfluktuasi sepanjang tahun menjadi salah satu tantangan utama dalam usaha peternakan ruminansia rakyat di Kabupaten Tabanan, Bali. Pada musim hujan, hijauan melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai cadangan pakan, sedangkan pada musim kemarau peternak menghadapi keterbatasan pakan yang berdampak pada produktivitas ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan serta sikap peternak terhadap penerapan teknologi silase melalui skema pelatihan yang bersifat intensif dan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan rancangan quasi-eksperimental dengan model one-group pretest–posttest yang melibatkan tujuh orang peternak ruminansia. Materi diberikan melalui kombinasi penyuluhan dan praktik langsung pembuatan silase, dengan pengukuran perubahan pengetahuan dan sikap menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peternak yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 5,29 menjadi 6,71 (p = 0,003). Sebaliknya, sikap peternak cenderung menunjukkan arah perubahan yang positif, namun belum mencapai signifikansi statistik. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendekatan pelatihan partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman teknis peternak, sementara perubahan sikap memerlukan proses pendampingan yang lebih berkelanjutan agar adopsi teknologi silase dapat berlangsung secara konsisten.