INOVASI DESA WISATA BERBASIS AKUAKULTUR IKAN KOI (CYPRINUS RUBROFUSCUS): PERAN POKDARWIS GIRI KENCANA DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK DESA GALUNGAN

Penulis

  • I.K.W. Negara Universitas Udayana image/svg+xml Penulis
  • G. Arda Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Penulis
  • G.K.L. Antara Bioteknologi Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha Penulis
  • V.Y. Madzid Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana Penulis
  • N.W.Y. Yuliasih Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana Penulis
  • N.P.A. Santika Dewi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana Penulis
  • D.A. Safitri Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Kata Kunci:

Desa Wisata, Akuakultur, Ikan Koi, Pemberdayaan Masyarakat, Pokdarwis

Abstrak

Desa Galungan memiliki potensi sumber daya perairan yang belum termanfaatkan secara optimal, sementara daya saing wisatanya tertinggal dari desa-desa populer di sekitarnya seperti Lemukih dan Sekumpul. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sebuah inovasi yang mampu menciptakan identitas wisata unik dengan memanfaatkan potensi lokal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Desa Wisata berbasis akuakultur ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) yang berkelanjutan di Desa Galungan. Metode pelaksanaannya meliputi observasi lapangan, pengadaan aset (kolam terpal, instalasi, dan calon indukan), sosialisasi, pelatihan teknis budidaya dan pembenihan ikan koi, serta pendampingan penerapan secara langsung. Program ini berfokus pada pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Giri Kencana sebagai ujung tombak pengelola. Hasil dari program ini adalah terciptanya sebuah daya tarik wisata baru yang diferensiatif, mening-katnya kapasitas teknis Pokdarwis dalam budidaya ikan koi, dan adanya komitmen kelompok untuk mengelola aset yang diserahkan. Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk men-dorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pariwisata berbasis komunitas.

Diterbitkan

2026-09-30