OPTIMALISASI HIJAUAN LOKAL MELALUI TEKNOLOGI SILASE UNTUK PAKAN BERKELANJUTAN DI DESA PEMPATAN KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM PROVINSI BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
silase, hijauan pakan, peternak rakyat, ketahanan pakan, Desa PempatanAbstract
Ketersediaan pakan hijauan merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan usaha peternakan ruminansia, namun sering mengalami fluktuasi akibat perbedaan musim. Di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, potensi hijauan pakan tergolong tinggi pada musim hujan, tetapi belum dikelola secara optimal sebagai cadangan pakan untuk musim kemarau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan hijauan pakan melalui penerapan teknologi silase. Metode kegiatan dilakukan secara edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, pelatihan, dan demonstrasi langsung pembuatan silase rumput gajah, yang diikuti dengan pemeraman selama 21 hari dan evaluasi kualitas silase secara visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar peternak belum mengenal teknologi silase. Setelah kegiatan, peternak mampu memahami prinsip dasar fermentasi silase, mengenali ciri silase yang berkualitas, serta menunjukkan respons positif terhadap penerapan silase sebagai alternatif pakan ternak. Penerapan teknologi silase berpotensi meningkatkan ketahanan pakan, mengurangi ketergantungan terhadap pencarian hijauan segar harian, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Desa Pempatan.