INOVASI NON-QWERTY KEYBOARD AKSARA BALI DAN EVALUASI PENERIMAAN PENGGUNA PADA PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
Aksara Bali, keyboard non-QWERTY, literasi digital, penerimaan pengguna, pengabdian masyarakatAbstract
Pelestarian Aksara Bali menghadapi tantangan signifikan di era digital, terutama akibat terbatasnya dukungan teknologi dan rendahnya literasi aksara pada generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mendampingi penggunaan Non-QWERTY Keyboard Aksara Bali bagi siswa SMPN 4 Sukawati, sekaligus mengevaluasi penerimaan pengguna terhadap aplikasi tersebut. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, instalasi aplikasi, dan praktik langsung, yang kemudian diikuti oleh pengisian kuesioner evaluasi menggunakan skala Likert 1–5 untuk kemampuan awal Aksara Bali dan skala 1–7 untuk konstruk perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PE). Sebanyak 32 responden berpartisipasi dalam evaluasi ini. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan awal membaca dan menulis Aksara Bali berada pada kategori sedang (rata-rata 3,38 dari 5). Sementara itu, persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan aplikasi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata PU sebesar 5,80 dan PE sebesar 5,67. Analisis kualitatif yang diperoleh dari saran terbuka memperlihatkan apresiasi positif terhadap aplikasi, disertai masukan mengenai kelengkapan karakter (gantungan/gempelan) dan kebutuhan akan panduan huruf Latin. Temuan ini mengindikasikan bahwa inovasi keyboard digital memiliki potensi besar dalam mendorong pelestarian aksara daerah, terutama ketika didukung oleh proses pendampingan dan penyempurnaan fitur yang berkelanjutan.