EVALUASI ARUS PUNCAK EKSPIRASI DAN KAPASITAS KARDIOVASKULAR PADA PEROKOK SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN LANSIA
DOI:
https://doi.org/10.24843/Keywords:
fungsi paru, keluhan otot, keluhan tulang, lansia, fisioterapiAbstract
Program Udayana Mengabdi bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya remaja perokok di Desa Tangeb, Abianbase, Mengwi, Badung. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan daya tahan kardiovaskular melalui pemeriksaan dan intervensi fisioterapi. Daya tahan kardiovaskular merupakan kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah dalam bekerja secara optimal dan efisien. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah pola hidup, termasuk kebiasaan merokok. Rokok mengandung karbonmonoksida yang menghambat suplai oksigen ke seluruh tubuh karena kemampuannya mengikat hemoglobin lebih kuat dibandingkan oksigen. Hal ini berdampak pada penurunan daya tahan dan fungsi paru. Selain itu, asap rokok dapat menyebabkan penumpukan zat berbahaya dalam saluran napas, menimbulkan penyempitan dan gangguan pernapasan. Fungsi paru dapat dinilai dari pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi (APE) menggunakan alat peak flow meter, untuk deteksi obstruksi saluran napas. Program ini memberikan pemeriksaan, intervensi berupa latihan pernapasan, latihan aerobik, serta edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Kegiatan akan dilaksanakan oleh tiga dosen dan lima belas mahasiswa Fisioterapi Universitas Udayana selama 8 hari, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini dapat meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya kesehatan dan mendorong perubahan ke arah pola hidup yang lebih sehat.