DAMPAK VARIASI MANAJEMEN KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN DAN PERFOMA PEDET SELAMA MASA PRA-SAPIH

Authors

  • B. Basyirasaniyanti Program Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Indonesia, Author
  • Septiyani Fakultas Kedokteran Departemen Ilmu Kedokteran Dasar.Jalan Raya Bandung Sumedang KM.21, Hegarmanah, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363, 3Jl. Raya Kalijati No.Km. 137 Author
  • V.M. Setiawan Program Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Author
  • F.A. Satrio Program Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Author
  • E.Y. Setyowati Program Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Keywords:

kelahiran, kesehatan pedet, manajemen kelahiran, manajemen pedet

Abstract

Kondisi kelahiran yang benar dan intervensi dini dapat mengurangi permasalahan perkembangan pedet. Data kelahiran pedet sapi perah di PT. X pada Bulan Oktober memiliki kondisi manajemen calving/kelahiran yang beragam. Sebanyak 37 persen edet betina lahir normal di dalam calving pen, 19 persen pedet betina lahir normal 
di dalam kandang, dan 5 persen pedet betina lahir distokia dengan assistance / bantuan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan pedet selama masa pra-penyapihan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat hubungan secara deskriptif antara variasi kondisi kelahiran terhadap dampak kesehatan dan perfoma pedet. Kelompok kelahiran pedet betina dibagi berdasarkan variasi kelahiran yang tercatat yaitu kelompok kelahiran normal di calving pen (A), kelompok kelahiran normal di kandang (B), kelompok kelahiran dengan bantuan (C), dan kelompok kelahiran prematur (D). Setiap pedet yang lahir akan ditangani sesuai dengan standar operasional (SOP) sedangkan indikator kesehatan pedet yang digunakan mencakup VIGOR assessment, managemen kolostrum, persen serum protein dalam darah, dan kondisi kesehatan/ kelangsungan hidup pedet. Kondisi vigor dan serum protein pedet kelompok A paling tinggi diantara keempat kelompok. Akan tetapi, survival pedet kelompok A di dominasi oleh penyakit pneumonia, diare, dan hernia. Protokol kelompok B menujukkan hasil survival dan kesehatan pedet yang baik, mengingat tingkat higenitas kandang yang kurang karena banyaknya genangan air beserta kotoran. Begitupun pada kelompok D pedet prematur dapat hidup hingga melewati masa pra penyapihan. Kesimpulannya, protokol kelahiran PT. X terhadap variasi kelahiran cukup baik untuk mempertahankan kesehatan dan kelangsungan hidup pedet. 

Downloads

Published

2026-03-31