PEMERIKSAAN KOMPOSISI TUBUH UNTUK MENILAI RISIKO SINDROM METABOLIK DENGAN MENGGUNAKAN BIOIMPEDANCE ANALYSIS (BIA) DAN PENYULUHAN OBESITAS

Authors

  • I.W.G. Sutadarma Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • A.I.W. Harimawan Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • I.W. Weta Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • N.K. Sumartini Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • S.A. Awan Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • E. Yuliani Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • A.A.S.M. Prabandari Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • M.C. Wijanadi Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • J.C. Sirait Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author
  • P.A. Wulandari Program Studi Ilmu Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Keywords:

bioimpedance analysis, komposisi tubuh, obesitas, penyuluhan, sindrom metabolik

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular. Sebagai ibu kota Provinsi Bali, di Kota Denpasar, semakin banyak masyarakat yang mengadopsi sedentary lifestyle dan mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan garam yang merupakan faktor risiko obesitas dan sindrom metabolik. Oleh karena itu, departemen Ilmu Gizi Klinis bertujuan melakukan pemeriksaan komposisi tubuh untuk menilai risiko sindrom metabolik dan penyuluhan obesitas di Banjar Sakah, Pemogan, Denpasar untuk pencegahan obesitas. Program pengabdian dilaksanakan dengan kegiatan pemeriksaan komposisi tubuh dengan alat bioimpedance analysis (BIA), penyuluhan terkait obesitas dan dampaknya, gaya hidup sehat (diet dan aktivitas fisik, manajemen stress, dan istirahat). Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 59 
anggota masyarakat banjar Sakah, Pemogan dengan rerata usia peserta adalah 47,6±10,3 tahun. Sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan (91,5%). Sebagian besar peserta peserta memiliki IMT dengan golongan obesitas grade I (33,9%). Mayoritas peserta juga ditemukan memiliki lingkar perut lebih atau yang 
dikategorikan sebagai obesitas sentral (71,2%). Sebagian besar masyarakat yang terlibat memiliki berat badan yang berlebih (obese grade I) dan memiliki lingkar pinggang yang berlebih (obesitas sentral). Masyarakat disarankan untuk mengatur porsi makan sesuai dengan piring T, mengolah makanan direbus atau dikukus, dan 
meningkatkan aktivitas fisik.

Downloads

Published

2026-03-31